
1 Phase vs 3 Phase untuk EV Charging
Untuk EV charging di rumah, listrik 1 phase biasanya sudah cukup untuk charger 3,5 kW hingga 7,4 kW. Sedangkan 3 phase lebih cocok untuk charger 11 kW hingga 22 kW, terutama jika membutuhkan pengisian lebih cepat atau digunakan pada bangunan komersial.
Apa Perbedaan 1 Phase dan 3 Phase?
Listrik 1 phase umumnya menggunakan tegangan sekitar 220–230 V dan banyak digunakan pada rumah tinggal.
Sementara itu, listrik 3 phase menggunakan tiga jalur phase sehingga mampu mendistribusikan daya yang lebih besar dan lebih seimbang.
| EV Charger | Sistem Listrik | Arus Perkiraan |
|---|---|---|
| 2,2 kW | 1 Phase | ±10 A |
| 3,5–3,7 kW | 1 Phase | ±16 A |
| 7–7,4 kW | 1 Phase | ±32 A |
| 11 kW | 3 Phase | ±16 A/phase |
| 22 kW | 3 Phase | ±32 A/phase |
Kapan Menggunakan 1 Phase?
1 phase cocok untuk kebutuhan charging harian di rumah, terutama menggunakan portable charger atau wall charger hingga sekitar 7,4 kW.
Kelebihannya adalah instalasi lebih sederhana dan biasanya tidak memerlukan sistem distribusi listrik 3 phase.
Namun, semakin besar daya charger, semakin besar pula arus pada satu phase. Charger 7,4 kW misalnya membutuhkan arus sekitar 32 A, sehingga kapasitas listrik rumah, ukuran kabel, dan sistem proteksinya harus diperhatikan.
Kapan Menggunakan 3 Phase?
Sistem 3 phase direkomendasikan untuk EV charger 11 kW dan 22 kW.
Karena beban dibagi ke tiga phase, arus pada setiap phase menjadi lebih rendah dibandingkan apabila daya sebesar itu ditarik dari satu phase.
Contohnya:
11 kW 3 phase ≈ 16 A per phase
Sistem ini cocok untuk rumah dengan kebutuhan daya besar, kantor, showroom, hotel, apartemen, workshop, maupun area charging komersial.
Mana yang Lebih Baik?
Tidak selalu 3 phase lebih baik. Pilihan harus disesuaikan dengan kapasitas onboard charger mobil, daya PLN tersedia, serta kebutuhan waktu charging.
Untuk penggunaan rumah biasa, 3,5–7,4 kW 1 phase sudah sangat memadai. Jika mobil mendukung AC charging 11 kW atau lebih dan tersedia listrik 3 phase, charger 3 phase dapat memberikan waktu charging yang lebih singkat.
Sebelum pemasangan EV charger, sebaiknya dilakukan pengecekan daya PLN, kabel utama, panel listrik, MCB/RCBO, grounding, dan keseimbangan beban agar charging tetap aman dan stabil.
