
Perkembangan EV di Indonesia
Perkembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. EV tidak lagi menjadi kendaraan alternatif, tetapi mulai menjadi bagian penting dari industri otomotif nasional.
Pada 2025, porsi BEV (Battery Electric Vehicle) sudah mencapai sekitar 12,9% dari pasar mobil, naik dari hanya 0,1% pada 2021. Hingga Maret 2026, porsinya kembali meningkat menjadi sekitar 15,6%, sementara penjualan BEV tumbuh 96% dibanding periode sebelumnya.
Pertumbuhan pangsa BEV di Indonesia
Perkembangan pangsa penjualan mobil BEV berdasarkan data yang dilaporkan

Sumber: GAIKINDO, data 2021–Maret 2026.
Apa yang mendorong pertumbuhan EV?
Beberapa faktor utama adalah:
- Harga mobil listrik semakin kompetitif dibandingkan mobil konvensional.
- Jarak tempuh semakin jauh, dengan beberapa model mampu mencapai sekitar 600 km dalam kondisi tertentu.
- Pilihan model semakin banyak, terutama dari produsen China seperti BYD, Jaecoo, Geely, dan merek lainnya.
- Infrastruktur charging terus berkembang, baik SPKLU maupun home charging.
- Pemerintah terus mendorong ekosistem EV melalui kebijakan industri, investasi, dan elektrifikasi transportasi.
Industri EV Indonesia juga berkembang
Perkembangan EV bukan hanya soal penjualan mobil. Pada Maret 2026, Indonesia telah memiliki 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas sekitar 409.860 unit per tahun, serta industri motor dan bus listrik yang juga terus berkembang. Total investasi sektor kendaraan listrik yang dilaporkan Kemenperin mencapai sekitar Rp25,67 triliun.
Indonesia juga sedang membangun rantai pasok baterai EV karena memiliki sumber daya nikel yang besar. Pengembangan industri baterai menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik.
Prospek ke depan
Pemerintah menargetkan pada 2030 terdapat sekitar 2 juta mobil listrik dan 13 juta kendaraan listrik roda dua di jalan Indonesia. Kebutuhan infrastruktur juga diperkirakan mencapai sekitar 32.000 SPKLU pada 2030.
Kesimpulan: perkembangan EV di Indonesia sedang memasuki fase pertumbuhan cepat. Dengan semakin banyaknya pilihan mobil, harga yang semakin kompetitif, pembangunan charging station, serta investasi baterai dan manufaktur, EV berpotensi menjadi salah satu penggerak utama industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
