
Jenis-Jenis EV Charger
EV charger adalah perangkat yang digunakan untuk mengisi daya baterai kendaraan listrik. Secara umum, jenis EV charger dapat dibedakan berdasarkan kecepatan pengisian, sumber listrik, serta kebutuhan penggunaannya.
Memilih charger yang tepat penting agar proses charging lebih aman, efisien, dan sesuai dengan kapasitas listrik di rumah maupun lokasi komersial.
1. Portable EV Charger
Portable charger merupakan charger yang praktis dan mudah dibawa. Pengguna cukup menghubungkan charger ke stop kontak yang sesuai, kemudian menyambungkannya ke kendaraan listrik.
Kapasitas portable charger umumnya berada di kisaran:
- 2,2 kW – sekitar 10 A
- 3,5–3,7 kW – sekitar 16 A
Jenis ini cocok untuk penggunaan sehari-hari dengan kebutuhan charging yang tidak terlalu cepat.
Kelebihan: praktis, mudah dipindahkan, dan biaya instalasi relatif rendah.
2. AC Wall Charger
AC wall charger atau wallbox dipasang secara permanen pada dinding dan biasanya menggunakan jalur listrik khusus.
Kapasitas yang umum tersedia antara lain:
| Kapasitas Charger | Sistem | Arus Perkiraan |
|---|---|---|
| 3,7 kW | 1 Fasa | 16 A |
| 7–7,4 kW | 1 Fasa | 32 A |
| 11 kW | 3 Fasa | 16 A/fasa |
| 22 kW | 3 Fasa | 32 A/fasa |
Wall charger cocok untuk rumah, kantor, hotel, showroom, maupun area parkir komersial karena lebih rapi dan dapat memberikan kecepatan charging lebih tinggi dibandingkan portable charger.
3. DC Fast Charger
Berbeda dengan AC charger, DC Fast Charger mengirimkan arus DC langsung ke baterai kendaraan sehingga proses charging dapat berlangsung jauh lebih cepat.
Kapasitasnya dapat mulai dari puluhan kW hingga ratusan kW, tergantung spesifikasi charger dan kemampuan kendaraan.
DC charger lebih banyak digunakan pada:
- SPKLU
- Rest area
- Pusat perbelanjaan
- Dealer kendaraan listrik
- Area komersial dengan kebutuhan charging cepat
Karena membutuhkan daya listrik besar, biaya perangkat dan instalasinya juga jauh lebih tinggi dibandingkan charger AC.
Portable, Wall Charger, atau DC Charger?
Pemilihannya tergantung kebutuhan. Untuk penggunaan rumah, portable charger atau wall charger 3,7–7,4 kW biasanya sudah mencukupi. Untuk rumah dengan listrik 3 fasa atau lokasi komersial, charger 11–22 kW dapat menjadi pilihan.
Sedangkan untuk lokasi yang membutuhkan waktu charging sangat cepat, DC Fast Charger lebih sesuai.
Sebelum melakukan pemasangan EV charger, sebaiknya periksa terlebih dahulu daya listrik, ukuran kabel, grounding, MCB, RCCB/RCBO, SPD, serta kapasitas kendaraan.
EV51PRO menyediakan layanan survey dan instalasi EV charger di Malang & sekitarnya, mulai dari portable charger, wall charger, panel proteksi, hingga sistem pendukung instalasi EV charging.
