Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik: Wajib Tahu Sebelum Membeli

Mobil listrik semakin banyak digunakan karena menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dari mobil berbahan bakar bensin. Biaya energi yang berpotensi lebih rendah, suara yang senyap, dan minimnya komponen mesin menjadi beberapa daya tarik utama.

Namun, kendaraan listrik juga memiliki keterbatasan. Infrastruktur charging, waktu pengisian baterai, harga kendaraan, hingga kondisi instalasi listrik rumah perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan mobil listrik? Berikut penjelasannya.

Kelebihan Mobil Listrik

1. Biaya Energi Berpotensi Lebih Hemat

Salah satu kelebihan mobil listrik adalah efisiensi penggunaan energi.

Sebagai ilustrasi, EV dengan konsumsi 15 kWh/100 km dan asumsi tarif listrik Rp1.700/kWh membutuhkan:

15 × Rp1.700 = Rp25.500 per 100 km

atau sekitar Rp255/km.

Biaya sebenarnya bergantung pada konsumsi kendaraan dan tarif charging yang digunakan. Pengisian di rumah dan DC fast charging publik juga dapat memiliki struktur biaya berbeda.

2. Perawatan Lebih Sederhana

Mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) tidak menggunakan mesin pembakaran internal. Artinya, tidak ada kebutuhan rutin untuk mengganti oli mesin, busi, maupun beberapa komponen sistem pembakaran.

Namun, EV tetap membutuhkan perawatan seperti pemeriksaan ban, rem, suspensi, sistem pendinginan tertentu, baterai 12 V, baterai traksi, dan sistem kelistrikan.

3. Torsi Instan dan Responsif

Motor listrik mampu menghasilkan torsi dengan sangat cepat. Karena itu, akselerasi awal EV umumnya terasa responsif tanpa harus menunggu putaran mesin meningkat atau perpindahan gigi seperti pada sebagian kendaraan konvensional.

Karakter ini membuat mobil listrik nyaman digunakan dalam kondisi lalu lintas perkotaan.

4. Tidak Menghasilkan Emisi dari Knalpot

BEV tidak memiliki mesin pembakaran sehingga tidak menghasilkan emisi knalpot saat digunakan.

Meski demikian, bukan berarti seluruh siklus hidup EV benar-benar tanpa emisi. Dampak lingkungan tetap dipengaruhi oleh sumber pembangkit listrik, proses produksi baterai, material kendaraan, serta proses daur ulangnya.

5. Lebih Senyap

Motor listrik menghasilkan suara dan getaran yang jauh lebih rendah dibandingkan mesin pembakaran.

Kabin pun dapat terasa lebih tenang, terutama saat kendaraan berjalan pada kecepatan rendah.

6. Bisa Charging di Rumah

Salah satu keuntungan terbesar EV adalah kendaraan dapat diisi ketika sedang terparkir di rumah.

Pemilik tidak selalu harus pergi ke stasiun pengisian. Dengan EV charger rumah yang sesuai, mobil dapat dihubungkan pada malam hari dan digunakan kembali keesokan harinya.

Kekurangan Mobil Listrik

1. Charging Membutuhkan Waktu

Mengisi bensin biasanya hanya membutuhkan beberapa menit. Charging EV dapat membutuhkan waktu lebih lama.

Lama pengisian bergantung pada kapasitas baterai, daya EV charger, kemampuan onboard charger (OBC), kondisi baterai, dan jenis charging AC atau DC.

Karena itu, pemilik EV perlu menyesuaikan kebiasaan pengisian dengan aktivitas sehari-hari.

2. Perjalanan Jauh Perlu Perencanaan

Untuk perjalanan dalam kota, charging di rumah sering kali sudah mencukupi. Namun, perjalanan antarkota membutuhkan perencanaan lokasi pengisian.

Pengemudi perlu mempertimbangkan jarak tempuh kendaraan, sisa baterai, lokasi SPKLU, jenis konektor, serta ketersediaan charger sepanjang perjalanan.

3. Harga Baterai Relatif Mahal

Baterai traksi merupakan salah satu komponen paling mahal pada mobil listrik.

Kapasitas baterai akan mengalami degradasi secara bertahap seiring usia dan siklus penggunaan. Karena itu, calon pembeli sebaiknya memperhatikan garansi baterai, kapasitas, sistem thermal management, serta kebijakan produsen.

4. Harga Awal Bisa Lebih Tinggi

Pada kelas kendaraan tertentu, harga pembelian EV masih dapat lebih tinggi dibandingkan mobil bensin sekelasnya.

Namun, perbandingan sebaiknya menggunakan total cost of ownership, yaitu mempertimbangkan harga kendaraan, biaya energi, perawatan, pajak, asuransi, dan nilai kendaraan selama periode kepemilikan.

5. Instalasi Listrik Rumah Belum Tentu Siap

Ini sering terlewat ketika seseorang membeli EV.

Memasang charger tidak cukup hanya memastikan tersedia stop kontak. Kapasitas daya PLN, ukuran kabel, grounding, proteksi arus lebih, proteksi kebocoran arus, dan kondisi panel listrik perlu diperiksa.

Sebagai contoh, charger AC 7,4 kW dapat menarik arus sekitar 32 A pada sistem 1 fasa 230 V. Jika daya rumah tidak mencukupi, penggunaan charger bersama AC, pompa, water heater, atau peralatan lainnya dapat menyebabkan proteksi bekerja.

Jadi, Apakah Mobil Listrik Layak Dibeli?

Mobil listrik sangat menarik untuk penggunaan harian, terutama jika perjalanan relatif terprediksi dan tersedia fasilitas charging di rumah. Efisiensi energi, perawatan yang lebih sederhana, respons motor listrik, dan kenyamanan charging menjadi keunggulan utamanya.

Sebaliknya, pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh atau belum memiliki akses charging perlu mempertimbangkan infrastrukturnya lebih matang.

Sebelum memasang EV charger di Malang, kondisi instalasi listrik sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.

EV51PRO powered by Tokolistrik51 melayani Malang untuk kebutuhan instalasi EV charger dan evaluasi sistem kelistrikan pendukungnya.

Informasi Kontak EV51PRO powered by Tokolistrik51

📍 Alamat
Jl. Kopral Usman No.51, Sukoharjo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65118

📞 Telepon / WhatsApp
085168615016


Jangan Lewatkan Artikel ini!