Standar Keselamatan Instalasi EV Charger: Apa yang Harus Diperhatikan?

Instalasi EV charger yang aman bukan sekadar memasang charger ke sumber listrik. Jalur pengisian kendaraan listrik membutuhkan sirkuit yang dirancang sesuai beban, proteksi arus lebih dan kebocoran listrik, grounding, kabel yang sesuai, serta perlindungan terhadap gangguan DC yang dapat muncul saat proses charging.

Di Indonesia, salah satu acuan penting adalah SNI 0225-7-722:2020 / PUIL 2020 Bagian 7-722 tentang suplai untuk kendaraan listrik, yang saat ini tercatat berstatus berlaku oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Apa Standar Utama Instalasi EV Charger?

Beberapa standar yang relevan untuk instalasi charging kendaraan listrik antara lain:

StandarFokus
SNI 0225-7-722:2020 / PUIL 2020Instalasi suplai kendaraan listrik di Indonesia
IEC 60364-7-722:2018Instalasi listrik tegangan rendah untuk suplai EV
IEC 61851-1:2017Persyaratan umum sistem conductive charging EV
IEC 62955:2018Deteksi arus bocor DC pada charging Mode 3

IEC 60364-7-722 secara khusus membahas sirkuit yang memasok kendaraan listrik, sedangkan IEC 61851-1 mengatur karakteristik EV supply equipment, koneksi antara charger dan kendaraan, serta aspek keselamatan listrik EVSE.

1. EV Charger Sebaiknya Menggunakan Jalur Khusus

Wall charger memiliki beban kontinu yang cukup besar. Charger 7,4 kW, misalnya, dapat menarik arus sekitar 32 A pada sistem 1-phase 230 V.

Karena itu, instalasi ideal menggunakan dedicated circuit dari panel distribusi menuju EV charger, bukan digabung sembarangan dengan stop kontak, AC, water heater, atau beban besar lainnya.

Proteksi arus lebih seperti MCB atau RCBO harus disesuaikan dengan arus charger, kapasitas kabel, metode pemasangan, dan karakteristik instalasinya.

2. Gunakan Proteksi Kebocoran Arus yang Tepat

Salah satu bagian terpenting dalam standar keselamatan EV charger adalah proteksi terhadap kebocoran listrik.

Untuk charging AC Mode 3, proteksi umumnya menggunakan salah satu pendekatan:

  • RCD Type B, atau
  • RCD Type A/F 30 mA + RDC-DD 6 mA, apabila sistem charger mendukung deteksi DC tersebut.

Hal ini penting karena kendaraan dan charger mengandung rangkaian elektronik AC/DC yang dapat menghasilkan komponen residual DC current. IEC 62955 secara khusus mengatur RDC-DD untuk mendeteksi arus residual DC pada charging Mode 3.

Karena itu, penggunaan RCCB Type A saja perlu memperhatikan apakah EV charger sudah memiliki 6 mA DC leakage detection.

3. Grounding Harus Berfungsi dengan Baik

Grounding menyediakan jalur aman bagi arus gangguan menuju tanah dan menjadi bagian penting dari sistem proteksi terhadap sengatan listrik.

Grounding tidak cukup hanya dengan memasang batang elektroda. Setelah pemasangan, kondisi sistem pembumian perlu diukur dan diverifikasi sesuai desain instalasi serta ketentuan yang berlaku.

Nilainya dapat dipengaruhi jenis tanah, kelembapan, kedalaman elektroda, sambungan konduktor, dan sistem pembumian bangunan.

Baca juga: Grounding untuk EV Charger: Fungsi dan Cara Kerjanya.

4. Ukuran Kabel Harus Dihitung Sesuai Beban

Kabel EV charger harus dipilih berdasarkan:

arus kerja charger, panjang jalur, metode pemasangan, suhu lingkungan, kemampuan hantar arus, serta voltage drop.

Sebagai contoh, charger 32 A tidak boleh otomatis dianggap cocok dengan ukuran kabel tertentu tanpa melihat panjang dan kondisi pemasangannya. Jalur yang panjang dapat membutuhkan penampang lebih besar untuk mengurangi rugi daya dan kenaikan temperatur.

Baca juga: Kabel yang Dibutuhkan untuk EV Charger.

5. Pemeriksaan Sebelum Charger Digunakan

Sebelum commissioning, teknisi sebaiknya memeriksa koneksi terminal, polaritas, kontinuitas grounding, isolasi, fungsi RCD/RCBO, kondisi kabel, dan konfigurasi charger.

Instalasi yang terlihat dapat melakukan charging belum tentu berarti instalasi tersebut aman.

Kesimpulan

Standar keselamatan instalasi EV charger mencakup lebih dari sekadar pemilihan wall charger. Sistem perlu dirancang sebagai satu kesatuan antara MCB/RCBO, RCD, proteksi DC, grounding, kabel, panel, dan EVSE.

Untuk instalasi rumah maupun komersial, gunakan desain yang mengacu pada PUIL/SNI dan standar EV yang relevan, serta lakukan pemeriksaan oleh tenaga yang kompeten sebelum charger digunakan.

Jika Anda berencana memasang EV charger, EV51PRO powered by Toko Listrik 51 dapat membantu pengecekan kebutuhan daya, jalur kabel, grounding, panel proteksi, hingga instalasi EV charger sesuai kondisi lokasi.


Jangan Lewatkan Artikel ini!